Dampak Tol Soroja bagi Wisata di Kabupaten Bandung

Bandung Otomotif Soreang

Ada banyak destinasi wisata di Kabupaten Bandung, sedikitnya ada 4 (empat) tempat wisata yang jamak orang menyasarnya saat bertandang ke Bandung Selatan, seperti; Kawah Putih, Ciwalini, Glamping Lake Side dan Situ Patengan atau takjarang orang menyebutnya dengan Situ Patenggang.

Saat ini santer tersiar kabar bahwa jalan Tol Soreang – Pasirkoja atau disingkat Tol Soroja akan segera diresmikan. Bahkan yang akan meresmikannya pun bapak presiden RI; Ir Joko Widodo. Melansir informasi yang disiarkan oleh portal Klik Soreang disebutkan, peresmian jalan tol Soroja akan dilangsungkan pada 4 Desember 2017.

Bicara dampak, akan ada banyak orang atau lembaga yang merasa senang dengan diresmikannya atau dioperasikannya jalan tol Soroja. Mengingat, sudah lama sekali setiap orang menelan pil pahit berupa kemacetan di setiap pagi saat jam-jam orang berangkat kerja.

Jalan raya Soreang – Kopo yang menjadi satu-satunya akses utama pengguna jalan lalu lalang pergi atau datang ke Soreang dan ke Bandung – kerap menimbulkan kemacetan di beberapa titik ruas jalan. Misal: di pertigaan Warung Lobak – Katapang, di kawasan pabrik Venamon, di pasar Sayati, di pintu exit tol Kopo hingga di perempatan pasar Caringin.

Akan tetapi, semua orang mau tidak mau harus menghadapi persoalan macet ini mengingat tidak adanya pilihan lain apabila ingin datang ke Soreang atau ingin pergi dari Soreang. Termasuk para wisatawan yang hendak berlibur ke tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Bandung.

Dampak Tol Soroja bagi Wisata di Kabupaten Bandung

Apabila pengoperasian jalan tol Soroja sudah benar-benar terealisasi maka persoalan yang sudah lama terjadi berupa problematika kemacetan akan menemukan solusinya. Hal ini sesuai dengan yang sudah diestimasi oleh Pemerintah Kabupaten Bandung bahwa mereka telah melakukan kajian estimasi dampak dioperasikannya jalan tol Soreang – Pasirkoja.

Dalam kajian yang dilakukan oleh Pemkab Bandung, paling tidak terdapat hal yang sangat signifikan dampaknya dan tentunya ini pun akan menguntungkan pihak-pihak terkait terutama sektor kehidupan masyarakat dan khususnya bagi pengguna jalan raya baik pengguna roda dua atau pun roda empat.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sudah merumuskan dan merancang kembali tata ruang dan jalan. Dengan adanya jalan tol Soroja maka arus transportasi di wilayah selatan jalur transportasi yang pada awalnya dua jalur akan dibuat menjadi satu jalur saja. Dinas PUPR akan membuat jalur baru terutama jalur destinasi wisata.

Dengan adanya tol Soroja sangat mungkin akan memangkas distribusi hasil pertanian dan industri di kawasan selatan Bandung, sehingga bisa lebih cepat dan efisien. Akan tetapi, pemerintah pun tetap memperhitungkan kembali beberapa hal – seperti yang diutarakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung, Sofian Nataprawira, bahwa,”Kehadiran tol Soroja akan menghemat waktu perjalanan lebih cepat dan efisien. Solusi bagi kemacetan, namun demikian, ada hal-hal yang harus diperhitungkan kembali, mulai dari bidang perencanaan tata ruang wilayah, perhubungan, perekonomian, sosial masyarakat, perizinan, infrastruktur hingga pariwisata.”

Untuk itu, menyoal perencanaan tata ruang maka di dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang dibuat oleh pemerintah kabupaten Bandung – titik fokus pembangunannya menyasar wilayah Kecamatan Soreang, Kutawaringin, Katapang dan Margaasih.

Di Jatisari Kutawaringin terdapat Kawasan Siap Bangun (Kasiba) yang terus ditata dan diperkirakan bisa menampung sekira 6 ribu unit rumah. Begitu pun di jalan yang setiap harinya ramai; Warung Lobak terus, pemerintah terus menata wilayah tersebut.

Dampak Tol Soroja bagi Wisata di Kabupaten Bandung

Mengingat setelah beroperasinya jalan tol Soroja akan meningkatkan jumlah volume kendaraan yang masuk ke jalur ini maka di daerah yang paling dekat dengan exit Tol Soreang; jalan raya Al Fathu – pemerintah kabupaten Bandung merencanakan pembangunan berupa pengembangan pusat informasi pariwisata dan pemilahan bangunan berizin.

Upaya lain yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Bandung dengan beroperasinya jalan tol Soreang adalah pelibatan masyarakat, khususnya pelaku UKM. Para pelaku usaha kecil menengah akan menjadi produsen dari beragam produk unggulan khas kabupaten Bandung.

“Dengan adanya tol Soroja, diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat Kabupaten Bandung. Khususnya di bidang perdagangan, seharusnya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” tegas pak Sekda.

Wisatawan yang masuk Kabupaten Bandung akan transit dan memasuki wilayah pusat informasi pariwisata. Dari sinilah peluang yang sangat besar akan diperoleh para pelaku UKM dalam menawarkan produk langsung kepada mereka (wisatawan-red).

TAHUKAH ANDA? Panjang jalan tol Soreang – Pasirkoja adalah 10,57 kilo meter akan menghubungkan kota Bandung dan pusat kabupaten Bandung serta wilayah Soreang dan sekitarnya. Tol ini juga akan menjadi bagian dari jaringan transportasi Bandung Raya yang terkoneksi dengan Tol Purbaleunyi. Selain itu kabupaten Bandung memiliki belasan kawasan permukiman dan puluhan industri, seperti industri garmen, tekstil, tas, rajut, busa, sepatu, logam, box, sepeda, plastik, kimia, roti dan lain-lain.

Iwa Karniwa selaku Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat pernah menyebutkan, dengan adanya tol Soroja tentu saja berdampak positif bagi wisata yang ada di selatan (kabupaten Bandung-red). Pemerintah provinsi Jawa Barat bisa mengarahkan para wisatawan yang menuju utara (Lembang-red) menjadi ke arah Selatan.

Beberapa hal lain pun perlu diperhatikan oleh Kabupaten Bandung, masyarakatnya supaya bisa mempersiapkan diri. Seperti; pelaku wisata merupakan putra daerah bukan pemodal asing.

Dampak Tol Soroja bagi Wisata di Kabupaten Bandung

Melansir informasi dari Berita Satu dijelaskan bahwa Tol Soroja mempunyai 3 (tiga) simpang susun serta 5 (lima) gerbang tol. Ruas ini pun kelak tersambung langsung dengan tol Purbaleunyi. Tersambungnya jalur tersebut adalah untuk memudahkan pengguna jalan dari Soreang yang hendak meneruskan perjalanannya ke arah timur hingga Cileunyi atau ke arah barat ke Cikampek hingga Jawa Tengah serta Jakarta bahkan yang akan bertolak ke Merak.

Dengan begitu banyaknya isu menarik atas beroperasinya Tol Soroja, banyak pihak yang merasa percaya diri dengan kemampuan Kabupaten Bandung dalam mendongkrak potensi pariwisata. Apabila selama ini bisnis pariwisata belum mampu berjalan dengan maksimal karena adanya kendala akses serta seringnya terjadi kemacetan dari dan menuju beberapa lokasi wisata yang ada maka hal tersebut sudah tinggal cerita saja, semoga …

Soreangku_Peresmian-Jalan-Tol-Soreang-Pasirkoja-4-Desember-2017-oleh-Ir-Joko-Widodo

Mari kita sukseskan bersama-sama Peresmian Jalan Tol Soroja pada 4 Desember 2017 besok. Mudah-mudahan Ir. Joko Widodo bisa hadir dan menjadi saksi sejarah adanya jalan tol yang ditunggu-tunggu oleh seluruh warga Kabupaten Bandung. [ini-srgku]

2 thoughts on “Dampak Tol Soroja bagi Wisata di Kabupaten Bandung

  1. Kapan ada tol Soreang Pagelaran Kab. Cianjur ya… kan banyak juga tuh lokasi wisatanya. Curug Citambur dan Curug Ngebul salah duanya
    Hehehe…

    Setidaknya kalau ada tol soroja, kab. Bandung akan semakin maju dan kami di sisi bandung alias Kab. Cianjur ikut senang. Ke kota Bdg tidak harus muter ke cianjur kita, tapi lewat Ciwidey Soreang aja.

    Semoga Cianjur juga segera berbenah. Jangan jadi kabupaten termiskin terus di Jabar ini.

    1. Aamiin .. semoga didengar oleh Tuhan dan pemangku kebijakan segera tergerak untuk melakukan perubahan demi Cianjur yang lebih baik Aamiin YRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *