11 Kecamatan Waspada Longsor di Kabupaten Bandung Barat

Melansir informasi yang disampaikan oleh portal berita detik, sedikitnya ada 11 Kecamatan Waspada Longsor di Kabupaten Bandung Barat. Sehingga wilayah tersebut masuk dalam kelompok zona merah rawan bencana hidrometeorologi.

Oleh karena itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat meminta masyarakat terutama warga yang dekat dengan daerah rawan tersebut agar tetap waspada. 11 Kecamatan yang dimaksud antara lain;

  1. Kecamatan Rongga
  2. Gununghalu
  3. Cipongkor
  4. Sindangkerta
  5. Cililin
  6. Cipatat Saguling
  7. Cisarua
  8. Parongpong
  9. Lembang
  10. Ngamprah

11 Kecamatan Waspada Longsor di Kabupaten Bandung Barat

Di musim penghujan seperti sekarang, terdapat 11 dari 16 kecamatan di Kabupaten Bandung Barat yang berpotensi besar terjadi longsor dan banjir. Adapun yang menjadi faktor utama terjadinya bencana longsor dengan indeks resiko tinggi di 11 kecamatan tersebut, karena kemiringan rata-rata mencapai 25 hingga 30 derajat. Ditambah kondisi tanah yang labil serta tidak adanya akar rambatan yang mengakibatkan tanah rapuh saat tergerus air.

Baleendah Wilayah di Kabupaten Bandung Banjir

Begitu pula dengan kabupaten Bandung, Baleendah adalah wilayah yang langganan Banjir. Menurut informasi per awal Nopember, ada tujuh kampung di kelurahan Baleendah yang terendam banjir. Air datang dari wilayah yang lebih tinggi seperti; Majalaya, Pacet dan Kertasari. Ketinggian air yang merendam lingkungan dan rumah warga mencapai 20 hingga 100 cm.

Warga Mengungsi di Kantor Desa Dayeuh Kolot

Dayeuhkolot memang menjadi wilayah yang selalu terdampak banjir setiap turun hujan di Kabupaten Bandung. Dan akibat tingginya curah hujan dan banjir, sejumlah warga masyarakat di sini terpaksa harus mengungsi di kantor desa.

Ada sekitar 30 orang atau 12 keluarga yang mengungsikan dirinya ke kantor desa di Dayeuh Kolot Kabupaten Bandung.

Hujan Deras Mengakibatkan Banjir di Cijerah

Pemandangan-Saat-Banjir-Surut

Begitu pula dengan Cijerah, Kota Bandung. Akibat hujan deras enam unit motor, satu mobil dan sejumlah rumah warga terendam banjir. Selain karena hujan deras, air meluap karena sumbatan sampah sehingga terjadi banjir.

Fenomena La Nina Terjadi di Akhir Tahun 2021 dan Awal 2022

Musim penghujan yang turun sekarang ini merupakan awal saja. Karena itu masyarakat Bandung Raya agar waspada dengan situasi dan kondisinya. Menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Fenomena La Nina akan terjadi di akhir 2021 dan di awa 2022. Antara Nopember hingga Februari 2022. Pembaca .. Saat ini mari kita semua tetap waspada dan hati-hati.


BACA JUGA: Pemerintah Kabupaten Bandung Rekrut Relawan Vaksinator

Tinggalkan Balasan