Wisata-Kuliner-di-Pasar-Pinuh

Ada Virza KW di Pasar Pinuh Greko Bandung

Bandung Kuliner wisata

Sebelum kita bongkar siapakah Virza KW yang dimaksud, silakan pembaca simak penjelasan tentang Pasar Pinuh itu apa? Dan Greko itu apa?

Siang itu (Rabu, 9/5) adalah hari pertama dari rangkaian #KelasBloggerGoesToBandung, Saya ~ blogger Soreang bersama dengan rombongan Kelas Blogger Jakarta berkesempatan masuk ke dalam gedung apartemen yang memiliki Creative Hub di bilangan Kosambi.

Tidak saja masuk lalu pulang, dengan mengenakan batik kami semua diundang untuk menjajal aneka kuliner yang disediakan. Ada banyak tenant-tenant saya jumpai di sebuah area khusus makanan yang ada di lantai 3. yaitu food-court Pasar Pinuh namanya.

Apa sih Greko?

Greko sendiri adalah akronim dari The Green Kosambi – nama yang kali pertama diusung jauh-jauh hari sebelum hari ini menjadi Greko. Seiring perjalananan waktu, perusahaan yang mengelola bisnis mengubah The Green Kosambi menjadi lebih kekinian dari mulai branding hingga service kepada pelanggan. Maka tercetuslah Greko Creative Hub yang tidak lain merupakan satu sub bisnis atau nama populer untuk  Somerset Asia Afrika Bandung.

Greko Creative Hub adalah area hunian serbaguna atau mereka memberikan istilah dengan mixed-use. Area hunian ini dikembangkan oleh PT Maju Makmur Usaha Bersama menyediakan 5 lantai creative hub serta 12 lantai apartemen.

Selain mengusung konsep “Green Living”, Somerset Asia Afrika Bandung juga dilengkapi kolam renang, food court, dan pusat kebugaran semisal jogging track, taman hijau, serta gym. Saat ini, Somerset Asia Afrika Bandung sudah memasuki proses furnishing tahap akhir dan siap dijual pada kuartal pertama 2018. Di bawahnya terdapat sebuah creative hub, pusat ritel kreatif dan komersil yang terdiri dari co-working space, marketplace, dan event space

Dan kami semua pun diajak untuk tur keliling bangunan yang dimulai dari lantai 6, karena bangunan apartemen dimulai dari sini.

Tur-Greko-dari-lantai-6-Apartemen

Seperti yang disampaikan oleh pemandu tur apartemen bahwa Somerset Asia Afrika Bandung ini merupakan properti Somerset ketiga semenjak tahun 2016 di Indonesia, dan yang pertama di Bandung. Mereka begitu yakin dengan prospek bisnis di Indonesia yang kian melihat peningkatan wisatawan domestik dan internasional.

Somerset Asia Afrika Bandung dibangun atas permintaan dan ketertarikan para wisatawan bisnis yang semakin meningkat di Bandung. “Somerset Asia Afrika Bandung menawarkan pengalaman tinggal yang setara dengan hotel bintang 4.

Ukuran ruangan yang lebih luas dari hotel, serta dilengkapi fasilitas housekeeping, sarapan pagi, dan front office menjadikannya pilihan baik bagi pengusaha lokal maupun ekspat yang mencari penginapan singkat (daily stay) ataupun yang ingin tinggal jangka panjang bersama keluarga. Terlebih lagi, di masa depan – kereta cepat Metro Kapsul Bandung juga melewati Pasar Kosambi, yang cukup dekat dengan Somerset Asia Afrika Bandung.

Pembaca … Tahukah Anda? The Ascott Limited merupakan perusahaan Singapura pemilik operator serviced residence terbesar di dunia. Memiliki lebih dari 43.000 unit serviced residence yang beroperasi di kota-kota penting benua Amerika, Asia Pasifik, Eropa, dan Timur Tengah, dan 30.000 unit yang tengah dikembangkan. The Ascott Limited meliputi 6 brand, yaitu Ascott, Citadines, Someret, Quest, Lyf, dan The Crest Collection.

saat-tur-Apartemen-di-Greko-Creative-Hub-Bandung
saat tur keliling ke beberapa tempat di Greko Creative Hub Bandung

Untuk apartemen sendiri dikelola di bawah nama Somerset Asia Afrika Bandung yang mengusung konsep lingkungan hijau serta kreatif. Karena itulah dinamakan dengan Greko Creative Hub. Hunian mixed-use ini memberikan fasilitas berbagai usaha kreatif dalam dan luar negeri untuk berinovasi lebih canggih dan ramah lingkungan.

Serviced residence Somerset Asia Afrika Bandung ini kini sudah menjadi pilihan masyarakat sebagai tempat tinggal. Kesiapan yang sudah dilakukan adalah furnish bagi 136 unit hunian dalam 12 lantai yang terdiri dari 76 unit tipe studio, 17 unit tipe satu kamar, 34 unit tipe dua kamar, dan 9 unit tipe tiga kamar.

Ada Virza KW di Pasar Pinuh Greko Bandung

Pasar pinuh. Di hari kedua (Kamis, 10/5) kami kembali datang ke foodcourt ini. Oke, namanya cukup nyunda namun jangan harap kita akan menemukan masakan khas Sunda atau iringan musik khas Sunda.

Yang ada bahkan sajian menu dari beberapa daerah di Nusantara sebut saja; nasi rawon Jawa Timuran, Mie Kwantung Makassar dan Nasi Hainan yang asli Tionghoa. Dari minumannya, ada Ice Peach Mint Tea, Es Pelangi.

Nasi-Rawon-Jawa-Timur
Nasi Rawon a la Pasar Pinuh

Pun dari metode pembayaran, Pasar Pinuh mengusung sistem cashless, semua pengunjung diwajibkan mendapatkan kartu elektronik yang harus di-topup terlebih dahulu dan kemarin saya sempat melakukan tambah saldo sebesar 20 rebuk!

Cashless Pasar Pinuh Green Kosambi Adetruna
Saya sempet topup kartu cashless di Pasar Pinuh 🙂

 

Hiruk-pikuk yang terjadi di Pasar Pinuh semakin menjadi-jadi tatkala Rombongan Kelas Blogger memenuhi food-court tersebut.

Hiruk-pikuk-Pasar-Pinuh-di-Greko-Bandung

Kita kembali menyoal apa yang sudah ditulis pada judul artikel kali ini, yuk? Nah, jadi di hari ke-2 usai kami semua menyaksikan fashion show-nya Itang Yunasz – rombongan #KelasBloggerGoesToBandung langsung menuju Pasar Pinuh.

Semua orang dari rombongan mencari tempat duduknya masing-masing. Ada yang berpencar ada pula yang berkumpul di area pojok dekat dengan tenant minuman. Saya sendiri lebih memilih duduk berdekatan dengan teman-teman yang lain. Tidak jarang dari blogger yang memotret makanan dan itu lama hahaha …

Hiruk-pikuk-Pasar-Pinuh-di-Greko-Bandung-FoodBlogger

Dengan dekat seperti kemarin, saya bisa bertanya-tanya seputar dunia fotografi, semisal apa sih kunci keberhasilan Arisman Riyadi mengabadikan momen-momen tertentu menjadi sebuah potret yang baik dan mampu bercerita? Anaknya gakpelit ilmu! Saat itu saya pun langsung tau jurus yang dipakainya untuk mendapatkan foto yang ciamik kayak apa!

 

Wisata-Kuliner-di-Pasar-Pinuh

Atau ngobrol cantik. Kenapa “cantik”? Karena sebelah saya seorang wanita yang penuh talenta namun tetap bisa asyik diajak ngobrol — yaitu Mak Tanti Amelia. Ada banyak hal yang bisa saya petik dari obrolan dengan wanita yang kemaren gakmau kalah aksi dengan Virza KW! Saya kira saya akan dapat kaos lagi dari mak Tanti tapi ternyata tidak haha 😀

Ini adalah kali kedua saya dan Kelas Blogger mengunjungi Pasar Pinuh. Di hari sebelumnya saya memesan nasi goreng kepiting dan malah tergiur dengan menu pillihannya Mas Ono. Maka di hari ke-2 menu yang saya pesan adalah kikil yang dimasak pakai kuah bumbu kuning a la Pasar Pinuh.

Seusai saya menghabiskan Opor Kikil, tiba-tiba sayup-sayup terdengar dari arah home band di samping lift musik dengan lagu yang lumayan hafal … Ya lagu Virza eh lagu Anang yang dibawain lagi oleh Virza! Dan Virza ada di Pasar Pinuh?

Akhirnya saya merapat ke bibir panggung ingin melihat secara langsung dari dekat dan benar saja … Virza (KW) sedang membawakan lagu “Aku Lelakimu”. Ternyata Mas Kholis sedang menyumbang lagu menghibur semua orang yang tengah hadir di Pasar Pinuh.

Dan tidak mau ketinggalan menghibur, Mak Tanti pun langsung mendekati Virza KW dan menemani lantunan lagu dengan menjadi penari latar. Upaya yang cukup berhasil 🙂

Ini dia Virza KW yang menghibur Pasar Pinuh kemarin
Ini dia Virza KW yang menghibur Pasar Pinuh kemarin (10/5)
Dan ini Mak Tanti yang tidak mau ketinggalan menghibur pengunjung pasar pinuh kemarin 🙂

Baik itulah keseruan dari acara Gathering Kelas Blogger Goes To Bandung yang disponsori oleh C2Live bekerjasama dengan Greko dan Kelas Blogger. Semoga kita dipertemukan kembali dalam acara yang tidak kalah seru ya geng?! [w2/5/2018_kb]

3 thoughts on “Ada Virza KW di Pasar Pinuh Greko Bandung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.