Pemerintah Kabupaten Bandung Rekrut Relawan Vaksinator

Pemerintah Kabupaten Bandung Rekrut Relawan Vaksinator
Pemerintah Kabupaten Bandung Rekrut Relawan Vaksinator

HM. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si selaku Bupati Bandung, mengajak para tenaga kesehatan untuk bergabung bersama karena Pemerintah Kabupaten Bandung Rekrut Relawan Vaksinator.

Hal tersebut disampaikan oleh beliau melalui akun Humas Kabupaten Bandung di Instagram.

Dadang berpesan bahwa di dalam suasana yang memprihatinkan seperti sekarang kita tidak perlu bersedih.

Cara dan Langkah Pemkab Bandung Menghadapi Pandemi Covid 19

“Kita harus tetap semangat, harus ada keinginan untuk terus bangkit. Maka saya selaku bupati Bandung akan terus berusaha semaksimal mungkin menghilangkan pandemi ini,” ungkap Dadang.

“Dari beberapa cara dan langkah yang kita lakukan untuk menghadapi pandemi ini, yaitu dengan vaksinasi,” sambung Dadang.

Dalam pesannya di IGTV Humas Kabupaten Bandung, Dadang menjelaskan bahwa tenaga kesehatan yang dimiliki oleh Kabupaten Bandung sangat terbatas.

Kekuatan Tenaga Kesehatan Kabupaten Bandung 124 Ribu per Bulan

Dadang menyebutkan, “Setelah dihitung dari jumlah masyarakat kabupaten Bandung sebanyak 3,62 juta orang. Dan warga yang harus divaksin sekitar 80% atau 2,8 juta orang.”

Sementara kekuatan tenaga kesehatan di Kabupaten Bandung baru mencapai 124 ribu per bulan.

“Dan proses vaksinasi di Kabupaten Bandung harus selesai pada bulan Desember 2021, kami terus terang tidak dapat menjangkaunya karena kekurangan nakes ini,” tegas Dadang.

“Maka sekarang saya memberanikan diri untuk membuka tenaga relawan untuk bergabung dan bekerjasama bersama kami. Daftarkan diri Anda ke BKPSDM (BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA-red) Kabupaten Bandung,” ajak Dadang.

Kabupaten Bandung Membutuhkan 5 Kriteria Tenaga Relawan Vaksinator

Pemkab Bandung membutuhkan tenaga-tenaga relawan, antara lain:

  • Yang paling utama harus seorang dokter, Pemkab Bandung membutuhkan 120 orang relawan dengan rincian; 6 orang yang akan membentuk 20 tim.
  • Perawat yang memiliki surat keperawatan – Pemkab Bandung membutuhkan 120 orang dengan rincian 6 orang yang akan membentuk 20 tim.
  • Perawat dengan jenjang pendidikan D3, Pemkab Bandung membutuhkan 120 orang relawan dengan rincian; 6 orang yang membentuk 20 tim.
  • Bidan dengan jenjang pendidikan D3 Pemkab Bandung membutuhkan 120 orang relawan dengan rincian; 6 orang yang membentuk 20 tim.
  • Tenaga IT D3, Pemkab Bandung membutuhkan 180 orang relawan dengan rincian; 9 orang yang membentuk 20 tim.

APBD dan CSR adalah Dua Sumber Dana Program Perekrutan Relawan Vaksinator Kabupaten Bandung

Untuk alokasi biaya atas perekrutan tenaga relawan vaksinator ini, Pemkab Bandung menggunakan anggaran dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kabupaten Bandung dan CSR (Corporate Social Responsibility).

“Kami insya Allah akan publish berapa pun nilai dari dua sumber dana ini,” janji Dadang.

Dadang berharap dengan kekompakan dan kebersamaan maka Kabupaten Bandung dapat menyelesaikan pelaksanaan vaksinasi.

Dadang pun berpesan kepada seluruh kepala desa di kabupaten Bandung agar bisa membantu memudahkan masyarakatnya dalam mendaftarkan diri siap vaksin di desa masing-masing.

Pemkab Bandung mempersiapkan secara serius untuk pelaksanaannya nanti, “Kita akan hadir di tempat yang tentunya leluasa dan luas serta dengan persediaan vaksinasi yang lengkap dan cukup.”

Bupati Mengajak Elemen Masyarakat dan Perguruan Tinggi untuk Bersinergi

Kita (Kabupaten Bandung) bekerjasama dengan Kapolres, Dandim, Danlanud serta Paskhas juga semua elemen masyarakat. Kami pun mengajak perguruan tinggi
foto: Humas Kab. Bandung

“Kita bekerjasama dengan Kapolres, Dandim, Danlanud serta Paskhas juga semua elemen masyarakat. Kami pun mengajak perguruan tinggi baik itu Unpad, Unjani,Unisba, Maranatha dan perguruan tinggi lainnya untuk bersinergi dengan kami. Juga di bidang IT, kami mengajak Telkom untuk turut bersinergi dengan kami yang saat ini membutuhkan tenaga relawan vaksinator,” pungkas Dadang.

Oleh admin

Mengabari Anda tentang update kota Soreang :)

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *